0
Dikirim pada 16 September 2011 di Mutiara Inspirasi

Sudahkah hari kita berkorban untuk memberikan sesuatu yang terbaik kepada orang orang yang kita cintai, apa amal kita hari ini yang pantas kita banggakan, ataukah kita telah membuat kecurangan dan kerugian dalam hidup orang lain? Berbagai pertanyaan sederhana ini bisa kita renungkan untuk merefleksi kembali siapa diri kita sebenanya. Kita yang masih hidup di dunia yang sudah kacau kaang tak bisa menemukan sesuatu yang telah hilang dari diri kita. Banyak dari kita yang kehilangan momentum indah untuk memberikan sesuatu yang pantas dibanggakan oleh orang lain. Kita lebih banyak mengeluh, menggerutu atas semua derita yang menimpa dan menganggap semua itu adalah bentuk ketidakadilan dari Tuhan. Dampak berikutnya dari sikap tersebut membuat kita kurang bisa mengekspresikan kekuatan terbaik dan gagal memberikan sesuatu yang penting bagi orang lain.

Waktu kita banyak terbuang percuma, kadang asyik mengobrol sesuatu yang tak ada ujung pangkalnya, kita lalai kalau obrolan yang kurang penting tak terasa menjauhkan kita dari rasa syukur yang telah Alloh berikkan untuk kita semua. Manusia memang mudah lalai dan terjebalk dalam lingkaran angan angan yang belum tentu terbukti di kemudian hari. Saat kita telah masuk dalam putaran lingkaran kesia siaan maka semua yang dijalani hanya akan menjauhkan kita dari sentuahan ilahi di dalaam hidup. Hampir saja tak ada manusia yang ampu berbuat baik dan memberikan yang terbaik saat sentuhan lembut dari Alloh SWT jauh dari jiwanya yaang terus bergelut dalam dosa dan nista.

Kita kadang tertawa dan terbawa suasana yang kalau direnungkan lebih jaug ternyata hanya bentuk kesia siaan belaka, hati terlalu keruh,buram dan berselaput dengan tabir yang menutup maata untuk berbuat segala hal yang berguna. Kita tertawa saat bersama dengan orang lain, tapi kala kita sendiri, hati menangis mengenang gelak tawa yang ternyata menimbulkan luka jiwa. Sungguh kita perlu merefleksi kembali semua yang telah kita lakukan hari ini, jangan sampai semua yang kita lakuan tak punya makna bagi diri sendiri dan orang lain. Bukaankah kita akan sangat enteng ketika memberi nasehat kepada sesama, tapi enggan menasehati diri sendiri?

Tapi kita juga harus tetap mengingatkan sesama kita untuk terus berbuat menuju kebaikan yang dirdloi oleh Alloh SWT, kita punya tugas suci untuk salaing nasehat menasehati, membangunkan orang yang masih tertidur semangatnya dan menolong sesama yang tenggelam dalam lautan dosa. Tuhan Yang Maha Kuasa, menjadika kita dimuka bumi sebagai kholifafah yang mengemban amanat untuk menyampaikan kebenaran dan memperkuat diru dengan akhlak mulia. Akhlak mulia itu tak hanya dalam kesantuna kata kata, kelembutan sikap kepada sesama, tapi juga mengajak orang lain, membangun semangat, dan membebaskan tekanan orang lain yang sedang gundah oleh perang batin di dalam dirinya. Persembahan terbaik yang selayaknnya kita berikan kepada orang lain bisa kita mulai dengan kembali merubah akhlak yang belum baik menuju kesempurnaan yang menciptakan kedamaian dan rasa aman untuk semua saudara atau orang orang tercinta.



Dikirim pada 16 September 2011 di Mutiara Inspirasi
comments powered by Disqus
Profile

Saya seorang penulis segala tema kehidupan manusia. apapun yang menarik perhatian akan selalu saya tuangkan dalam berbagai jenis artikel.Seperti saat ini saya juga sedang berkonsentrasiuntuk berperan dalam kontes seo ARTATEL,Solusi komunikasi hemat dan handal yang diikuti oleh para blogger dari Indonesia. kontes ini sangat menarik dan membuat banyak peserta mengorbankan waktu yang dimiliki untuk memenangkan Artatel komunikasi yang hemat dan handal tarifnya More About me

Page
Pasang Iklan Anda Tepat Disini
    Pasang Iklan Anda Tepat Disini
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 95.580 kali


connect with ABATASA